20 Januari, 2011

SEKARANG, BUAT APA SAYA NULIS TA?

Posted by Suguh Kamis, Januari 20, 2011, under | 1 comment

Apa yang dapat saya tulis, saat kepala sedang pusing seperti ini. Apa yang dapat saya gagas kalau pikiran saya mumet dan melang layang semaunya. Padahal banyak sekali yang mau saya tuliskan atau paling tidak saya sampaikan pada kawan kawan dekat saya. Gagasan dan ide rasanya mendadak mandek. Saya stak pada satu titik dimana tak berdaya untuk berbuat apa apa.

Bisa jadi pikiran saya lagi terbagi dua. Antara mulai menulis tugas akhir sama aktifitas menulis yang sifatnya personal. Selain itu, pekerjaan saya yang sekarang juga menyita perhatian saya. Akhir tahuan adalah masa dimana orang berlibur dan tempat tempat wisata menjadi lebih ramai dari biasanya. Tak terkecuali tempat saya bekerja ini. Kesibukan ialah suatu aktifitas yang lumrah dimana kami harus terus bergerak hampir delapan jam tanpa henti untuk memberikan pelayanan yang optimal. Jangan harap indutri jasa dapat libur akhir tahun, inilah masa dimana kami sedang dibatai habis habisan oleh rutinitas dan kesibukan yang membuat perut mual mual dan hidung mimisan.

Ya kawan, saking sibuknya bekerja, saya sampai mimisan. Titba tiba saja darah keluar dari hidung saya. Awalnya saya anggap itu Cuma gejala pilek, tapi begitu cairan itu masuk melalui rongga hidung lalu jatuh ke kerongkongan, dan saya meludahkannya. Ttu ternyata darah. Pernah juga karena telat makan mag saya kambuh. Rasanya campur aduk. Saya ngga dapat menjelaskan bagaimana sakit yang saya rasakan. Hanya perut saya mual dengan rasa yang tak biasa. Bila makan justru tambah sakit, bila tak makan, apalagi, sakitnya makin jadi. Maka saya makan promag kaya makan lolipop, begitu habis saya makan lagi biar sakit diperut saya hilang. Paling ngga untuk sementara.

Diwaktu waktu sepi dan ngga terlalu sibuk saya punya waktu luang lagi buat menulis. Intensitas kesibukan kerja yang menurun, bisa diganti dengan intensitan kegiatan menulis yang ditambah. Banyak hal yang mau saya tulis sebenarnya ditaun 2011. Misalnya nulis buku motivasi. Saya rasa saya sudah dapat judul yang bagus.

Terlepas dari tugas akhir yang harus saya susun, saya pikir saya lebih tertarik buat nulis buku. Tugas akhir nyatanya kadang tak paralel dengan kopentensi dan kualitas lulusan perguruan tinggi. Tugas akhir Cuma jadi ritual formal tanpa esensi dan pengkhayatan nilai nilai sebelum seorang mahasiswa meninggalkan ritual kampus. Mahasiswa diwisuda dengan penuh prestise, lalu setelah itu menanggur. Gagasan gagasan mereka yang ditulis dalam TA terlalu dangkal untuk diaplikasikan dimasyarakat. Mereka terpental dalam persaingan bebas dan karya tulis mereka tak berguna. Hanya jadi tumpukan kertas. Untuk kemudian, tiga empat tahun kedepan dibuka oleh adik adik angkatan mereka lalu dicontek habis habisan.

Saya tak terlalu bergairah menulis TA meski mau tak mau harus saya lakukan juga. Mungkin nanti pertenghan februari baru saya mulai. Sekarang bayar biaya kualiah saja dulu. Hari selasa habis gajian saya rencananya mau kekampus. Tenggat pembayaran sampai tanggal lima dan sekarang waktunya makin mepet. Sejujurnya saya kehilangan antusiasme soal kuliah kuliahan. Saya kehabisan energi untuk berpikir soal pendidikan tinggi untuk sementara. Pendidikan tinggi nyatanya sudah membuat saya kecewa. Apalah artinya nilai nilai tinggi itu bila didapat dari hasil mencuri. Bajingan bajingan tengik tukang nyontek, mendapat IPK tinggi dan lulus dengan predikat memuaskan.

Menulis, termasuk menulis buku, jadi semacam alternatif lain. Bila memang kita mau bersaing, maka bersainglah secara bebas dengan cara cara fair. Berkompetisi dikampus (terlebih menggunakan cara cara haram) hanya akan membuat mahasiswa menjadi jago kandang. Kalau mau jadi pemenang sesungguhnya, maka bersainglah diluar. Karenanya kita tak merasa besar padahal serupa katak dalam tempurung. Karenanya kita bisa mendapat kompetitor sesungguhnya yang jauh lebih unggul.

Terbitkanlah karya ilmiah semacam buku, hingga kita benar benar pantas disebut sebagai intelektual. Beropinilah dikoran dan majalah hingga gagasan kita diketahuan banyak orang. Terbitkanlah buletin, lalu didalamnnya kita serukan kebenaran . Kalau kita ogah melakukan aktiftas aktifitas intelektual itu dan lebih memilih untuk jadi jagoan kandang, lalu betah berdiam dilingkungan yang naif, maka saya ucapkan selamat jalan pecundang. Orang sudah menggapai gapai bulan. Apa kita masih mau merasa jadi raja padahal hidup dalam tempurung?

18 Januari, 2011

ANTOLOGI PUISI TIGA BIRU SEGI

Posted by Suguh Selasa, Januari 18, 2011, under | No comments

Insya Allah, seluruh profit penjualan buku TBS disumbangkan bagi korban bencana alam.

buku "TigaBiruSegi"
Antologi Puisi Kasih – Tanah,Air, Udara
ISBN 978-602-98386-0-2
harga : Rp 30.000, tebal 116 hal, HVS 70 gr, ukuran 13,5x20 cm.
Sinopsis oleh Hasfa Publisher,
Puisi sejak riwayatnya yang paling usang adalah dunia tersingkir, dunia tercibir.
Demikian Damhuri Muhammad dalam pengantar buku Luka Mata, buku sajak Hasan Aspahani.
Puisi pula yang telah menjadi medium terluar ketika kedahsyatan menerpa seseorang.
Demikianlah pula ketika bencana alam di tiga sudut bumi nusantara menuliskan puisinya.
Dan mereka, para penulis yang mengirimkan puisinya, telah menuliskannya kembali menjadi untuk, apa yang disebut Dahari sebagai "menghembuskan gairah epistemologi". Jika kini puisi-puisi ini menjadi buku yang terbaca, itu karena puisi telah menjadi kasih karena bencana tak boleh hanya lara sendiri.

Sebagai antologi, keberagaman menjadi dimensi yang menguatkan buku ini yang didedikasikan sepenuhnya untuk bencana yang tak hanya sampai pada simpati. Tetapi ingin menjadi saksi, bahwa puisi menjadi kasih yang nyata dalam kata dan tindakan.


13 Januari, 2011

BUKU MAHASISWA PENEGAK HAK ASASI MANUSIA

Posted by Suguh Kamis, Januari 13, 2011, under | 2 comments


buku antologi pertama saya yang berkaitan langsung dengan isu isu HAM dan konsepsi gerakan Mahasiswa.

ANTOLOGI PUISI FESTIVAL BULAN PURNAMA MAJAPAHIT

Posted by Suguh Kamis, Januari 13, 2011, under | No comments



Judul:
Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010
Editor:
Suyitno Ethexs
Kurator:
Chamim Kohari-Saiful Bakri-Umi Salama
Desain cover:
warung grafis indonesia
Lukisan cover:
Joni Ramlan, Mojosari, Mojokerto
Layout:
kang madrim
Cetakan pertama:
Oktober 2010
ISBN: 978-602-97907-0-2
Tebal:
829 halaman
Penerbit:
Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto
Jl. Jayanegara 4 Kabupaten Mojokerto 61361
email : dewankeseniankabmojokerto@gmail.com

ANTOLOGI CERPEN WRITTERS FOR INDONESIA

Posted by Suguh Kamis, Januari 13, 2011, under | No comments



Seluruh Royalti Buku kumpulan cerpen 'Be Strong Indonesia' Vol 9 ini (100%) akan didonasikan untuk korban bencana alam.

buat kawan kawan yang mau berdonasi dan membantu saudara saudara kita yang sedang mengalami bencana, bisa memesan buku ini dengan cara
email ke: writers4indonesia@gmail.com ;
subject: ‘Order Buku’,
lalu tulis nama, alamat, no hp, order judul: (buku #9), jumlah order;

Harga perbuku: Rp 45.000,-

Admin kami akan membalas email tsb beserta info pembayarannya.

buku ini merupakan buku ke 9 dari 17 buku yang
buku yang diterbitkan oleh terbitkan writters4indonesia. berisi 19 kisah


TERIMA KASIH INDONESIA!

01 Januari, 2011

GENDERANG PERANG UJUNG TAHUN

Posted by Suguh Sabtu, Januari 01, 2011, under | No comments

Diterbitkan pula di republika.co.id 31 Desember 2010 (republika online)

Tahun baru sebentar lagi tiba, satu tahun kemarin akan terkubur dalam laju dan geraknya perjalanan waktu. seperti tahun baru yang telah lewat, segala macam selebrasi dan hura hura kembali akan dihelatkan. Kita seolah berada di atas panggung besar yang gegap gempita. Kita adalah pemain pemain opera di dalamnya yang kegirangan berpesta pada malam di ujung tahun yang pendek, untuk kemudian kembali siuman keesokan harinya. Kita kembali tergagap menyadari, bila masih banyak persoalan musti dituntaskan. Bahwa masih banyak tugas tugas yang harus dilaksanakan dan diselesaikan.

Semakin waktu berputar semakin dekat kita pada kematian. Logika berpikir darwinis mengatakan bahwa hidup tak berpangkal dan berujung, logika para theis mengatakan bila ia akan menemukan satu titik dimana segalanya harus berakhir. Orang Arab bilang bila waktu itu seperti kilatan pedang. Siapa yang tak sigap niscaya akan terpenggal olehnya. Mereka yang mati naas adalah mereka yang alpa menginsyafi esensi waktu yang sebenarnya.

Karena itu segala macam pesta boleh saja dihelatkan. Selebrasi dan hura hura boleh saja digelar semeriah mungkin. Tapi lepas itu kita juga musti siaga akan apa yang harus dilakukan disepanjang tahun yang baru. Sasaran, target, tujuan dan arah perjuangan yang jelas akan membuat kita memiliki vitalitas dalam hidup ini. Apa yang mau kita lakukan nanti mustipula dirumuskan dari sekarang. Ini bukan soal angan angan kosong atau harapan semata.

Ini soal perencanaan yang matang. Karena gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Apakan kawan seorang mahasiswa yang ingin mendapat nilai baik dikampus, seorang karyawan yang gigih meniti karir, seorang guru yang berdedikasi mendidik, atau apapun profesi kawan semua, inilah monentum yang tepat untuk menggadang gadang apa yang akan dilakukan tahun depan. Tiap kita tentu punya masing masing impian paling tinggi. Sesuatu yang paling dikatakan utopis untuk diwujudkan tapi kita berhasrat untuk meraihnya. Meraihnya dengan menyemai gagasan perencanaan, merupakan langkah awal yang positif daripada banyak bercuap dan tak berbuat apa apa.

Kemudian seperti dikatakan oleh Andrew Jackson, “Take time to deliberate; but when the time for action arrives, stop thinking and go in” (Ambil waktu untuk merencanakan, tetapi jika tiba waktunya untuk bertindak, berhenti berpikir dan maju terus). Genderang perang tak sedap didengar bila tak pernah ditabuh. Prajurit tak disebut prajurit bila tak pernah terjun ke medan tempur. Mengambil langkah langkah nyata untuk mencapai apa yang kita kehendaki merupakan tindakan ksatria, disaat orang lain masih teler dalam sisa pesta perayaan tahun baru. Bisa jadi jalan yang akan ditempuh curam, terjal dan berbatu. Begitu pula rutenya kan berkelok dan melingkar hingga kita tersesat hilang arah.

Karenanya sebagian orang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Memilih untuk mengibarkan berdera putih dan diam-diam mengundurkan diri dari medan perjuangan. Mulanya mereka adalah pemimpi besar, calon calon bintang paling potensial dibidangnya. Sayang, masa masa pancaroba telah memupus mereka dari kancah persaingan yang luar biasa ketat. menjadikan mereka pecundang yang mengenaskan.

Bagi kita mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan apa yang kita kehendaki, tidaklah seinstant membalikan telapak tangan. Kita musti benar benar merasai, tahap demi tahap pencapaian yang kita lakukan. Untuk bangkit , jatuh dan bangkit lagi. Bukankah Roma tak dibangun dalam satu hari? Bukankah perjalanan hijrah tak ditempuh dalam satu malam.

Proses panjang dan berbelit hanya akan membuat kita makin antusias. Gairah makin tersulut. Vitalitas kita justru makin bugar karenanya. Karena percobaan, seperti api, yang membakar batu lalu mengkilapkan emas didalamnya, seperti palu dan tatahan, yang menghujam granit lalu menjadikannya patung, seperti kuas yang menggurati kanvas lalu menjadikannya lukisan yang cantik. Proses hanya akan membuat kita makin dewasa. Dan kedewasaan membuat kita makin imun dalam menghadapi rintangan demi rintangan. Ia juga membuat kita makin fokus untuk mengejar harapan-harapan.

Tahun baru adalah resolusi baru. Kita ksatria kehidupan yang sedang gamang, memang. Kita pengembara nilai nilai yang tak tahu apa yang akan terjadi, itu juga benar. Tapi dengan melakukan perencanaan dan langsung beregrak pada langkah langkah nyata, membuat kita memiliki proyeksi. Gambaran di depan tak terlalu buram. Jalan yang akan dipijak, meski remang remang dapat kita susuri. Hidup harus terus berlanjut. Kalau tak mau disebut pecundang, ia harus pula diseriusi. Karena yang lari darinya akan tercecer dari panggung sejarah. Sekedar jadi penonton, sepi dan mati tanpa siapaun yang mengenalinya.

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog