15 April, 2011

CUMA KEBERUNTUNGAN PEMULA

Posted by Suguh Jumat, April 15, 2011, under | No comments

Ditulis 4-3-2010

Paulo Coelho dalam sang Alkemis menulis setiap pencarian dimulai dengan kemujuran pemula, dan setiap pencarian berakhir dengan kemenangan yang telah melalui ujian berat. Kemujuran pemula saya alami ketika dua hari lalu, sebuah paket datang kerumah. Rani haerani yang ngirim, isinya buku dan uang seratus ribu. Ketika menerima hadian tersebut saya jadi ingat lomba menulis yang islami. Saat itu saya menulis artikel berjudul. ‘Menggugat Kebangkitan Pemuda Islam Indonesia’. Semula saya pesimis bisa menag karena melihat judul kompetitor kompetitor lain yang jauh lebih menarik. Dan rasa pesimis saya makin bertambah saat pengumuman lomba itu tidak rilis juga. diundur dan diundur lagi kabar dari penyelenggaranya. saya pikir mungkin saja saya kalah dan tidak usah lagi berharap jadi juara. Sampai ketika main internet di gedung SAC lantai dua gedung B kampus Widyatama, Dhiora bintang iseng mensearch nama saya di google. Ketika nama saya muncul di layar, salah satu web site memberitakan kalau saya juara satu pada lomba tersebut. Dhiora yang duduk disebelah, langsung memberitahu saya.

Awalnya saya senang sekali mendapati kabar tersebut. Tapi kesenangan saya berubah menjadi kekecewaan karena saat mengetahui informai tersebut, saya terlambat untuk mengirim konfirmasi pada Rni. Tangget waktu klaim bagi para pemenang sudah lewat dua minggu. Saya coba mngirim email pada Rani apakah hadiah saya masih bisa diambil atau tidak, tapi tidak ada jawaban. Rani bergeming. Sayapun merelakan hadiah itu hilang, toh yang penting sudah perpartisipasi. Kemudian kegiatan menulis saya berlanjut seperti biasa. Sampai beberapa bulan kemudia, tidak ada angin tidak ada hujan, hadiah itu datang kerumah. Saya ucapkan terimakasih banyak pada Rani melalui sms, tapi lagi lagi rani bergeming. Dia tidak membalas sms saya. mungkin sibuk, pikir saya. dan hadiah tersebut membuat saya melayang, karena memberi semangat plus agar saya lebih rajin menulis. Sebelum ikut lomba yang diselenggarakan oleh rani, saya juga sebenarnya ikut lomba menulis yang diselenggarakan oleh dindasmart.com, dapat urutan enam dengan ratikel berjudul ‘nothing impossible untuk bisa kuliah’. Hadianya domain.com buat blog saya yang masih berekor blogspot. Tapi tidak saya ambil, bukan karena tidak mau tapi tidak tahu cara mengambilnya. Tulisan lain yang publish secara nasional adalah ‘melawan apatisme’ dan ‘mahasiswa, menyontek, MTV dan tawuran’ (tulisan gabungan dengan Dhiora bintang di Harian Media Indonesia. Inilah pengalaman pertama saya bisa menulis dikoran dan diterbitkan. Ada semacam kepuasan tersendiri ketika kedua tulisan itu dapat dibaca banyak orang,

Dan semua itu sekali lagi saya anggap sebagai keberuntungan pemula. Seorang nakhoda yang mencari daratan tidak akan mabuk kemenangan saat ia melihat batu karang dilautan. Seorang petualang pencari harta karun tidak akan puas dulu karena menemukan batu giok usang diatas pasir. Rasa puas yang keburu nafsu hanya akan melahirkan penyesalan, dan Izzatul Islam bersenandung, “nafsu janganlah dibawa dalam perjuangan yang panjang banyak yang terhenti penuh sesal”. Keep on pasion, bergerak simultan namun pasti menuju sasaran. No pain no gain kata Dhiora dan kerja keras mutlat dilakukan bagi siapapun yang sedang mengejar harapan. Sedang arai berkata dalam film sang pemimpi, yang jadi masalah bukan berapa besar mimpi kita tapi berapa besar diri kita untuk mimpi itu. Jiwa yang mahatma, yang agung adalah modal awal bagi semua para pengejar cita cita. Karena dengan jiwa yang agung terasa makin lapanglah dunia dan segala hal kendati sukar, penuh tantangan, ujian, cobaan, deraan, rajaman akan dilalui dengan langkah yang mantap dan kokoh.

Dan Inilah perang paling hakiki karena tidak ada retorika dan lipstik didepan orang untuk mengesankan diri sebagai sosok heroik. Kita melawan musuh terbesar didunia, yaitu diri kita sendiri. Melawan kemalasan, rasa frustasi, putus asa, tak yakin dan percaya kalau mimpi mimpi kelak bisa terwujud. Berhasil mengalahkan diri sendiri adalah pijakan awal untuk bisa menaklukan alam semesta. Banyak orang gagal dan melarikan diri dari zona merah. Meminjam kalimat Paulo Coelho lagi, “seperti kami ucapkan dalam bahasa gurun, orang mati kehausan ketika pohon pohon palem sudah terlihat dicakrawala.” Dan karena itulah kita dilahirkan, untuk menjadi model, untuk membuktikan kalau semua yang tiada bisa jadi niscaya dan segalanya menjadi mungkin kalau kita berani mencoba.

Cukup untuk hari ini. Saya mandi dulu. Dilanjut besaok pagi. Insya Allah.


YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive