21 Januari, 2012

Teknik Teknik Nyontek Ala Mahasiswa

Posted by Suguh Sabtu, Januari 21, 2012, under | 2 comments


Tulisan ini mendapat Anugrah Aktivis Award dari situs jadiberita sebagai juara ke tiga pada Januari 2012

Ini adalah hasil riset saya selama dua tahun soal kebiasaan menyontek waktu ujian yang dilakuin sama mahasiswa. Inget loh siswanya udah ‘maha’. Buat adik adik SD-SMP-SMA please don’t try this at class. Pede aja, kerjain semua soal sebisa mungkin, soalnya di Negri ini udah kebanyakan koruptor.



1. Yang paling umum, nanya temen yang duduk kiri, kanan atau depan. mahasiswi cantik bisa tebar pesona, ngegoda sekaligus nanya mahasiswa pinter. Yang kegeeran mahasiswa pinter ngga nyadar kalo dia lagi dimanfaatin. Mahasiswi biasa biasa aja bisa memelas, maksa atau kalo ngga dikasih tau juga biasanya suka nyakar.

2. Kelengahan pengawas dijadiin kesempatan. Malah Ada juga pengawas yang justru keluar ruangan padahal waktu ujian belum selesai. Alasannya adalah,
Beliau kebelet pipis en ngga bisa nahan. As soon as posible harus segera menunaikan hajat ditoilet.
(Sengaja atau tidak) bentuk kasih sayang sama mahasiswa yang lagi “berjibaku” nyelesein soal soal dilembar jawaban. Kalo pengawas sengaja keluar ruangan lima menit aja, Mahasiswa yang lagi menderita itu bisa share jawaban ama temen2nya. Semacam simbiosis mutualisme, mahasiswa pastinya senang pengawas rajin ‘beramal’ kaya gini.

3. Ngerumus juga umum. Tapi tekniknya beda beda,
Mahasiswa cewe biasa nyembunyiin rumusan mereka dicermin make up. Seolah olah lagi ngaca padahal lagi nyontek. Bisa juga disempen dikotak pinsil atau dibawah rok.
Mahasiswa cowo nulis rumus atas dibangku terus ditutupin pake soal ujian. Semacam kamoflase gitu deh (teknik lama yang sebenernya udah basi)
Modul ama buku catetan emang ngga dibawa masuk ruangan. Rumusan juga ngga bikin, tapi salah satu temen kita punya cara smart. dia nanya pacar atau temennya nun jauh disana yang udah siap sedia sama kunci jawaban Via SMS. Tentu aja SMSannya diem diem.

4. buka kamus elektrik (bahasa jepangnya DENSHI JITEN) pas ujian bahasa asing (Inggris atau Jepang). Karena bentuknya kaya handphone, pengawas (polos) ga akan nyadar klo benda yang diutak atik waktu ujian itu kamus.

5. buka buku terang terangan dengan asumsi pengawas orang dekat seperti: pak de, bu de, tante, om, temen atau pacarnya temen.

6. Pengawas TOLOL malah nyuruh mahasiswa buka buku waktu ujian. Damn !!!!kasih sayang salah kaprah ya, pengawas kaya gini kata Soe Hok Gie, “LAYAK MASUK KERANJANG SAMPAH.”

segitu aja dulu posting saya. nanti disambung lagi. Terakhir jadi inget kampanye anti nyontek di ITB yang bilang,

“CHEATTER TODAY CORRUPTOR TOMORROW”

So keep clean waktu ujian

07 Januari, 2012

Hari Minggu: Antara Buku, Jalan Jalan dan Tan Malaka

Posted by Suguh Sabtu, Januari 07, 2012, under | No comments

Hari minggu. Acara TV itu itu saja. seputar masak, iklan properti, travel. saya bosan lihatnya. nanti sore mau jalan ke Gramedia. beli buku lagi? kalau jadi artinya saya beli buku tiga kali minggu ini. kebetulan lagi dikon 80%. ini hari terakhir. kalau tidak jadi beli buku, saya mau nonton DVD saja.

Lagi pula ada beberapa buku yang belum dibaca di rumah. Saya harus membiasakan banyak baca. karena katanya a good writer habit adalah membaca. Ini mesang satu paket. Tulisan akan jadi bagus kalau didukung banyak bahan. sedang bahan yang banyak didapat dari baca.

Sekarang saya masih baca buku Tan Malaka-Biografi Singkat yang ditulis Taufik Adi Susilo. Belakangan baru saya tahu sosok Tan Malaka lebih jauh. Menurut saya Tan adalah pejuang yang kesepian persis Soe Hok Gie. Tapi dia punya catatan perjalanan yang jauh lebih panjang dibanding Gie. Saya kagum dengan rute pelariannya. Waktu di kejar intel Belanda karena dianggap mengganggu pemerintahan kolonial dan di kejar intel komintern (komunis internasional) karena dianggap membelot dari cita cita komunis dunia, dia berlari hingga ke Amsterdam, Moscow, Shanghai, Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia dan beberapa tempat lain. Inilah perjalanan yang jauh lebih daramatis dan heroik bila di banding dengan perjalana Che Guevara mengelilingi Amerika Latin. Lebih dari dua puluh tahun lamanya ia dalam pelarian. Setengah hidup Tan dihabiskan untuk 'bergrilya'

Saya pikir Tan tak terlalu memedulikan di organisasi mana ia berada. Karena dalam konsep Tan Malaka hal paling esensial adalah Indonesia merdeka 100%. 'kendaraanya' bisa apa saja, bisa Islam atau Komunis. Baginya perjuangan itu harus paripurna. Diplomasi dan dialog dengan penjajah hanya dapat dilakukan setelah mereka semua keluar dari Indonesia.

Untuk mewujudkannya Tan menyerukan persatuan antara orang orang komunis (ISDV, PKI) dengan Pan Islamisme (Syarikat Islam) pata tahun 20an. Tan sadar tenaga pribumi akan habis terkuras untuk mendebatkan Islam-komunis sedang penjajahan tak kunjung usai pula.

selain kesepian seperti ditulis di bagian awal, Tan juga adalah pejuang yang independen. Ide ide dan pemikirannya terlampau kokoh tuk dikopromikan dengan penjajah. tak ada istilah politik dagang sapi dalam kamus Tan. Disinilah letak perbedaan sikap antara Tan Malaka dengan Siekarno, Hatta dan Sjahrir. sikap yang akhirnya membuat ia dianggap menghambat jalannya perjalana revolusi Indonesia. pemberontakannya membuahkan kematian, justru di tangan 'saudara sendiri.' Ia ditembak mati dalam pelarian pelariannya karena dianggap pemberontak.

saya catat beberapa bagian dari buku Tan Malaka yang saya anggap bagus

Hal 122 Alenia 2
"Tan Malaka pada tahun 1919 memang menyatakan dirinya sebagai Marxis dan pernah menjadi Ketua PKI dan KOmintern untuk kawasan Asia Tenggara. Namun dalam perkembangan selanjutnya dia justru menjadi musuh utama PKI dan keluar dari Komintern serta justru mendekati Pan Islamisme. Bagi PKI, Tan adalah seorang Trotsky."

Hal 128 Alenia 1
"Revolusi, kata Tan Malaka tak dirancang berdasarkan logistikbelaka apalagi dengan bantuan dari luar negeri seperti Rusia. Tapi pada kekuatan massa."

Hal 137 Alenia 3 (Soal Pertentangannya dengan PKI)
Sejak berabad abad rakyat dijajah, untuk pertama kalinya tahun 1926 itu muncul pemberontakan secara modern, serentak di beberapa daerah. Namun Tan Tak menggap itu sebagai hal yang benar. Peristiwa itu membuat Tan Malaka semakin berjarak dengan gerakan Komunis. Dia malah dianggap PKI sebagai pengkhianat dan pemecah belah. Tan malaka memang pada akhirnya bukanlah seorang Komunis."

Hal 139 Alenia 4
Diantara sekian banyak tokoh PKI, Tan Malaka yang paling moderat. dia tidak menerima begitu saja doktrin komunis. Praltik komunisme harus disesuaikan dengan keadaan di Indonesa, jangan dibiasakan menjipkak begitu saja pengaruh dari luar. Tan Malaka misalnya tidak setjtu dengan Faham Ateis, doktrin 'agama adalah candu' tidak masuk akal baginya.

kalau ada kutipan bagus, nanti saya tambah lagi




05 Januari, 2012

Aokigahara: Hutan 'Bunuh Diri' Di Jepang

Posted by Suguh Kamis, Januari 05, 2012, under | No comments

tulisan ini dibuat waktu saya masih kontributor di sidomi.com


Bunuh diri telah menjadi masalah pelik bagi Pemerintah Jepang. Berdasarkan data dari pemerintah Negeri Sakura tersebut pada 2008 saja terjadi 2.305 kasus. Jumlahnya meningkat 15 persen pada 2009. Terhitung bulan Januari, 2.645 orang telah melakukan bunuh diri.

Adalah Hutan Aokigahara menjadi tempat yang sangat identik dengan mereka yang ingin mengakhiri hidup. Terletak di kaki gunung Fuji, hutan tersebut memiliki luas 32 kilo meter. Saking luasnya ia dijuluki’lautan pohon’. Sejatinya Aokigahara menjadi destinasi favorit bagi para pelancong tuk berwisata lantaran memiliki batuan yang indah dan gua gua es.

Namun yang muncul kemudian adalah kabar tak sedap. Sejak dekade 50an telah terjadi lebih dari 500 kasus bunuh diri disana. Dari tahun ke tahun jumlah mayat yang ditemukan pun meningkat. pada 2003, 78 tubuh tanpa nyawa ditemukan gantung diri dan membusuk. Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2002 jumlahnya naik menjadi 78. Adapun pada 2003 ditemukan 100 mayat. Mengapa pula Aokigahara dijadikan tempat bunuh diri? Bisa jadi hal ini berkaitan dengan kebiasaan masa lalu masyarakat setempat yang disebut dengan ubasute. Yakni Ritual menyepi hingga ajal yang dilakukan sejak abad 19.

Taro adalah satu dari sekian banyak orang yang melakukan bunuh diri disana. Pria yang menjadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dari pabrik baja tempatnya bekerja ini, merasa hidupnya tak lagi berarti. "Saya sudah kehilangan jati diri sehingga tak mau lagi berada di dunia ini. Oleh karena itulah saya ke sana," Ujar pria yang enggan menyebut nama lengkapnya itu.

Iapun memutuskan tuk memotong urat nadi diujung pergelangan tangannya. Beruntung bagi Taro karena ia tak tewas. Dirinya terkapar selama berhari hari dengan mengalami dehidrasi, kelaparan dan radang dingin. Kemudian seorang Pendaki yang tak sengaja tersandung oeh tubuhnya menolong Taro.

Kesan angker hutan Aokigahara lebih jauh membuat Seicho Matsumoto tergerak untuk menulis Novel berjudul Koroi Jukai pada 1960. Mengisahkan dua orang kekasih yang berkomitmen mengakhiri hidup di hutan itu atas dasar cinta. Sedang Sutradara Takimoto Tomoyuku membesut film Jyukai. Senada dengan novel Matsumoto, film ini pun bercerita tentang empat orang yang menutuskan untuk bunuh diri tempat yang sama.


Sumber

http://okebanget.net/2010/04/11/hutan-aokigahara-hutan-tempat-orang-bunuh-diri-di-jepang/

http://dunia.vivanews.com/news/read/42682-hutan_aokigahara__tempat_favorit_bunuh_diri

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog