08 Mei, 2009

ASAL TAK LEBIH DARI MINUM TEH SAJA KAWAN

Posted by Suguh Jumat, Mei 08, 2009, under | No comments


Suatu hari Imam Hasan Al Banna berkunjung ke perkampungan Sha’id. Anggota Ikhwanul muslimin dikampung tersebut menyambut kedatangan beliau dengan mengadakan sebuah pertemuan akbar. Usai pertemuan, datang seorang petani yang mengundang Imam al Banna untuk berkunjung rumahnya. Kendati jumlah anggota ihkwan sangat banyak dan jadwal kegiatan pada hari itu begitu padat Iman Al Banna menyanggupi undangan sang petani karena ia meminta dengan sangat. Beliau memberi syarat kalau kujungannya tak lebih dari sekedar minum secangkir teh.

Imam Al Banna menyertai sang petani hingga kerumahnya. Begitu sampai, segera ia meminta istrinya untuk menyiapkan secangkir teh. Sementara Hati sang petani bahagia karena mendapat kunjungan dari tokoh panutannya, imam Al Banna berusaha sebisa mungkin untuk menyenangkan hati sang petani dengan terus tersenyum dan menikmati teh buatan istrinya.

Setelah selesai imam Al Banna berpamitan pada tuan rumah. Sang petani mengantar beliau hingga bertemu dengan anggota ikhwan yang telah menunggu. Kemudian ia segera pulang kembali untuk meminum sisa teh dari cangkir imam Al Banna. Namun yang didapatinya ternyata hanya sebuah cangkir kosong tanpa sisa dan betapa kaget ia begitu mengetahui kalau teh yang disuguhkan ternyata bercampur dengan garam bukan gula.

Dari imam Hasan Al Banna kita dapat belajar, betapa cinta dapat lahir dari sikap sikap yang sederhana. Tetap menghargai pemberian orang lain walaupun buruk bentuknya akan membuat orang itu senang, karena pihak yang menerima menilai pemberian bukan dari sisi mahal atau tidaknya tapi dari ketulusan niatnnya. Setiap pemberian adalah hasil jerih payah, tetesan keringat, upaya maksimal dan pengorbanan kendati itu hanya secangkir teh dari seorang miskin. Dengan catatan kita telah meyakikan diri kalau pemberian itu tidak dibarengi niat buruk seperti sogokan atau suapan, berterima kasih dengan ucapan paling hangat atas suatu pemberian akan membuat kita lebih banyak mendapatkan kasih sayang dari orang lain. Sedangkan energi kasih sayang niscaya tak kan terkalahkan oleh kekuatan apapun karena ia datang dari ketulusan hati bukan dari embel embel kemewahan duniawi.

0 komentar:

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog