22 Februari, 2011

AKU INGIN MENADAH HUJAN, SELENIA

Posted by Suguh Selasa, Februari 22, 2011, under | No comments


Aku ingin menadah hujan, Selenia
tapi telapak tanganku terlampau rapuh menampungnya
Aku ingin membawanya pulang ke rumah
tapi tak kuasa aku bila musti memanggulnya

Ini tanah, tanah busung kita
Gemertak disengat kemarau sepanjang tahun
Mengelupas dan melepuh disalib matahari.
Selenia!
Selenia!
Diatasnya aku tersaruk menyerek kedua kaki
Diatasnya aku merangkak menapak jalan beraspal api

Bilama harus berlari?
Tiap depa dan hasta pusaran waktu
telah layu bersama daunan
Kemana harus cari sembunyi?
Pepohonan telah main telikung
dengan menyelinap kedalam tanah dan tak muncul lagi

Padahal setengah mati aku menggelepar
menahan sengat dan dera
darah muncrat dimuka
pula sekujur tubuh koyak dicabik raca

kapan dapat ku tadah hujan, Selenia?
Bila tanganku terangkat
Bara yang kau julurkan ke bumi

09 Februari, 2011

MEMBUMIKAN RASIO PENDIDIKAN

Posted by Suguh Rabu, Februari 09, 2011, under | 1 comment

Mengajar dilembaga informal tak melulu musti ditakar dari neraca materi. Membuka les sebagai contoh terang kering rupiah, apalagi bila penggagasnya mahasiawa. Seperti yang saya alami waktu semester awal kuliah, sekadar mendapat Rp 35,000 per siswa untuk honor satu bulan les bahasa Jepang.

Kendati demikian, terdapat feed back multidemensi yang dapat diraih darinya. secara akademis berbagi pengetahuan dapat meningkatkan kapabilitas intelektual. Materi yang disampaikan dikampus akan kembali diulang dalam proses belajar mengajar. Sedangkan dengan melakukan pengulangan niscaya akan membuat skill kita makin matang. Lebih jauh, bagi calon pengajar inilah langkah awal yang baik untuk melakukan pebiasaan. Kelak tak akan ada lagi rasa canggung dan minder bila berhadapan dengan para peserta didik.

Sedang secara sosial, inilah hakikat dari pengejawantahan butir ketiga dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi. yakni pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa tak memosisikan diri diatas menara gading. Bekerja sosial dengan cara membaur dimasyarakat merupakan suatu tuntutan. Lantaran kenyataannya rasio pendidikan kita tak melulu tak ramah bila berhadapan dengan rakyat miskin. Kedati diawali dari langkah langkah kecil seperti mengajar les, perubahan terstrukur ungkap aktifis kemanusiaan Chico Menzes, niscaya akan terjadi.

08 Februari, 2011

ANTOLOGI PUISI GIVE SPIRIT FOR INDONESIA

Posted by Suguh Selasa, Februari 08, 2011, under | No comments


sebuah kehormatan bagi saya bisa gabung dibuku antologi ini. terimakasih buat mbak Elaine Firdauza yang sudah mengadakan eventnnya. Ayo kawan masih terbuka sangat lebar ladang amal untuk digarap tanahnya dan kelak dituai buahnya. dengan membeli buku ini mari berdonasi bagi korban bencana alam. karena seluruh royaltinya akan disumbangkan bagi para korban. ini dia infonya


TELAH TERBIT Di Inzpirazone Publisher

Buku : Antologi Puisi Give Spirit For Indonesia
Judul : Dalam Estuari sastra (Tetes Demi Tetes Tinta Untuk Indonesia)
Penulis : Elaine Firdausza, dkk
Penyunting : Emzy Azzam
Desain Sampul : Akhi Dirman Al-Amin

Cetakan 1 : Januari 2011
Tebal : 194 Hvs Luks
Harga : Rp. 45.000
100% Royalti untuk Kemanusiaan


Kata Mereka Tentang Buku ini :

"Yang terasa sekali adalah semangat dalam ekspresi diri para penyair peserta lomba cipta puisi ini. Keindahan kata dan ungkapan, keharuan rasa dan renungan, penggalian makna dan jati diri, masih harus dijalani. Kegiatan lomba ini sudah suatu awal yang baik."
(Taufiq Ismail, Sastrawan Indonesia)

"Buku antologi puisi Give Spirit For Indonesia ini bukan sekedar kumpulan puisi, lebih dari itu buku ini adalah sebuah bentuk empati anak-anak bangsa yang sangat merindukan kebangkitan Ibu Pertiwi dari titik nadir keterpurukan. Harapan-harapan dan do'a yang terangkai dalam rangkaian kata-kata indah memberikan sebuah spirit baru bahwa esok hari kita akan mampu menatap cahaya pagi yang cerah. Tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa antologi puisi ini adalah buku motivasi dahsyat nan puitis yang mampu menggugah jiwa pembacanya dan tentu saja buku ini patut mendapatkan apresiasi"
(Miftahur Rahman el-Banjary, MA; penulis buku motivasi QM dan alumni Fak. Bahasa dan Sastra Arab di Arab League University, Cairo-Egypt)

“Antologi puisi ini lahir dari sebuah bentuk kepedulian sekelompok anak bangsa atas keresahan yang dialami oleh negerinya sendiri, yang kian hari kondisinya kian memperhatinkan. Kepedulian mereka curahkan dalam bentuk bait-bait puisi yang menggugah jiwa dengan bahasa yang lugas dan bersahaja, ibarat setetes embun spirit untuk Indonesia lebih baik, sehingga antologi puisi ini perlu dibaca untuk menggugah kembali kepedulian kita pada negeri dan layak untuk diapresiasi setinggi-tingginya.
(Safaruddin, MA; pemerhati sastra Timur Tengah, kandidat Doktor Fak. Sastra & Bahasa Arab di Arab League University, Cairo- Egypt)

"Sebuah tulisan yang bersumberkan dari hati yang dalam. Penuh inspirasi dengan syarat makna sosial. Ditulis dari para penulis muda Indonesia. Semoga dengan adanya kumpulan puisi ini dapat mendongkrak rasa solidaritas bangsa yang akhir-akhir ini mulai hilang. Juga dapat menyelami amanat sebuah musibah yang menimpa bangsa."
(Arif Friyadi, Mantan Ketua FLP Mesir dan Penulis novel Mengapung Bersama Nil)

"Sepanjang tahun 2010, anak negeri ini telah banyak menguras air mata. Bencana, kemiskinan, seakan belum cukup masih ditambah pula ketidakadilan dan hukum yang dilecehkan. Meskipun begitu, usah kita terjebak dalam nestapa. Hapuslah air matamu, Cinta !"
(Pipiet Senja, Novelis Indonesia)

“Masih ada jiwa-jiwa murni yang mau menyampaikan kebenaran rindunya pada keindahan dan kebaikan dan tegaknya nurani. Jadi Indonesia masih ada harapan untuk berjaya di masa depan, asal jiwa-jiwa murni ini bisa berkembang melampaui cakrawala”
(Mustofa W Hasyim, Penyair Indonesia)

“Anda akan menemukan bukan hanya rangkaian kalimat indah dalam kumpulan puisi ini. Tapi anda akan menemukan banyak cinta yang membuat kita tersenyum, karena masih banyak benih-benih kasih sayang yang akan terus tumbuh di atas tanah yang kita cintai dengan
sepenuh do’a ; Indonesia!”
(Akhi Dirman Al-Amin, Novelis Muda Indonesia)

“Sebagian untaian kata adalah sihir,” ujar Nabi. Dan saya menemukan sihir itu di kumpulan puisi ini; sihir bagi negeri yang memang merindukan keajaiban!"
(Salim A. Fillah, Penulis Buku Dalam Dekapan Ukhuwah)

Untuk pemesanan silahkan inbox di FB Inzpirazone Publisher. Dan untuk yg pakai MP silakan PM saya di http://firdausza.multiply.com/ dengan subjek: (GSFI; Dalam Estuari Sastra). Tulis Nama, Alamat dan Jumplah buku GSFI. Nanti akan kami infokan harga buku + ongkos kirim dan nomor rekening untuk transfer.

by: Inzpirazone Publisher

Mengurai tinta, sama saja mengurai segala kenangan tentangmu dan segala kata,
Karena dunia kita sama, penuh dengan sejuta aksara.

Semoga pena dan tinta dapat menjadi kata.
Cinta dapat mengikat makna tanpa harus mengucap nama.
Dalam Estuari Sastra(Tetes demi tetes tinta untuk Indonesia) Akan menjadi salah satu karya kita semua.

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog