18 Desember, 2010

MENGHIRUP 'CANDU' TIMNAS

Posted by Suguh Sabtu, Desember 18, 2010, under | 1 comment


pulang kerja saya pergi ke kampus. Sore sore sampai disana. Saya sudah janjian dengan kawan untuk bertemu. Seperti biasa saya naik angkot dari Panorama menuju Cikutra. Dalam angkot orang orang ramai benar bicara soal Timnas Indonesia. Sekumulan mahasiswa kira kira jumlahnya tujuh orang, yang saya terka baru pulang kerja paruh waktu hampir sepanjang jalan membahas soal kemenangan tim kesayangan mereka itu. Mereka bicara soal Bachdim, Bambang, Gonzales, Okto, Arif Suyono penuh rasa optimis. Salah satu dari mereka bilang nanti bisa jadi dia pergi kemana mana tidak akan pakai Baju Barca atau MU lagi tapi baju Timnas. Yang lain juga bilang permainan Timnas ketika lawan Filipina amat heroik. Inilah pencapaian terbaik Indonesia secara kolektif sebagai timnasional.

Habis ngobrol tak keruan bersama kawan kawan dikampus dan makan sama sama. Saya pulang naik angkot lagi. Dua orang mahasiswi kembali bicara soal timnas. Saya terka mereka sebenarnya jarang nonton main bola, karena salah menyebut beberapa nama pemain, tapi apa yang mereka bahas merupakan perwujudan atas rasa bangga bada sebuah tim yang sekalipun tak pernah jadi juara AFF dan kini tiba tiba berubah menjadi monster menakutkan bagi lawan lawannya.

Bangsa ini, termasuk saya dan juga mahasiswa mahasiswa dalam angkot tadi sedang merasakan apa yang disebut dengan eouforia. Tim kami tak terkalahkan bahkan selalu menang dalam setiap pertandingan di AFF Cup. Bagi kami monetum ini jadi semacam angin segar dalam kehidupan mayoritas rakyat yang karut marut. Rakyat yang saban hari jengah dengan persoalan hidup seperti kemiskinan, biaya pendidikan selangit, pelayanan kesehatan yang buruk dan sederet masalah lain seperti menemukan oasisnya. Rakyat yang geram karena sikap birokrat yang tingkahnya lebih mirip pedagang ketimbang negarawan lantaran sibuk dengan pencitraan semu, rakyat yang jengah melihat pemimpin rabun nilai nilai lantaran hidup bermewah mewah menggunakan pajak negara, dan rakyat yang bosan melihat makin bobroknya tatanan birokrasi, kini dapat menemukan apa yang disebut dengan pelarian.

Bangsa ini seolah olah dibuat ‘sakaw’ atau bisa juga dikatakan ‘fly’ atas raihan positif yang terlah dicapai oleh Timnas. Firman Utina dan kawan kawan menjadi candu yang memabukan hingga rakyat seolah melayang layang dalam gegap gempita euforia AFF Cup. Volume pede mereka melonjak beberapa digit dan kini tak sungkan lagi untuk mengaku sebagai bangsa Indonesia bila ada yang menanyakan asal usul bangsa mereka.

Sejenak rakyat melupakan soal kasus Gayus yang terkenal jayus itu. Sirkus ala gayus amat konyol tapi tak sedikitpun membuat kita tertawa. Seorang pesakitan yang ditahan lantaran terjerat kasus suap bisa melenggang ke Bali untuk menonton pertandingan tenis. Gayus memang jayus. Buktinya ia membuktikan betapa kekuatan uang bisa meruntuhkan benteng integritas kepolisian RI. Dinginnya dinding sel MAKO BRIMOB ditembusnya dengan kekuatan uang.

Kita bisa melupakan pula untuk sejenak kisruh Sultan Jogja dengan pemerintah pusat. Pernyataan soal monarki dan demokrasi serta usulan untuk memilih gubernur Jogja secara langsung benar benar telah membuat rakyat jogja geram. keistimewaan jogja seakan tercabik atas pernyataan itu. Terlebih saat Gamawan Fauzi menyatakan bila aksi menentang pemilihan langsung sultan sebagai gubernur beberapa waktu lalu tidak merepresentasikan suara mayoritas rakyat jogja sendiri.

Bagi rakyat miskin (berpendapatan dibawah Rp 6000/hari), kedigjayaan Timnas adalah pelarian dari segala macam kemelaratan. Gol gol cantik El Loco dan kawan kawan sejenak menepis rasa lapar mereka yang selama ini tak tertahankan. Sejenak hutang dan kreditan sandang pangan terlupakan, sejenak pula biaya kosan perbulan, biaya pendidikan anak anak dan problema pekerjaan yang tak kunjung diraih pun diganti dengan sorak sorai bahagia dan teriakan yang lepas.

Tak ada yang tahu apakah Timnas akan jadi kampiun atau tersingkir. Paling tidak inilah hiburan bagi 250 juta rakyat. Semua bersinergi tanpa lagi melihat asal usul, identitas, rasa atau agama demi satu nama, Indonesia. Tak ada yang tahu apakah Timnas akan jadi kampiun atau tersingkir. Untuk sementara, biarlah rakyat melayang layang dalam euforia. Sebelum kelak mereka kembali menjalani hidup yang biasa dijalanani. Sebelum mereka kembali menginsyafi betapa getirnya kenyataan.

14 Desember, 2010

GARUDA SIAGA

Posted by Suguh Selasa, Desember 14, 2010, under | No comments

Tim Nasional Indonesia kembali akan berlaga dalam lanjutan AFF Cup 2010. Setelah menggasak Malaysia, laos dan Thailand dibabak penyisihan group A, disemifinal Firman Utina dan kawan kawan ditantang Filipina. Kendati kedua pertandingan semifinal digelar di Jakarta pada 16 dan 19 Desember mendatang, para ponggawa garuda sudah semustinya tetap waspada.

Lantaran Kiprah Filipina pada AFF Cup kali ini terbilang fenomenal. Skuad Simon McMenemy berhasil mengalahkan tuan rumah Vietnam 2-0 pada fase penyisihan Grup B. selanjutnya mereka menahan imbang Myanmar 0-0 dan Singapura 1-1. Dalam sejarah AFF Cup inilah kali pertama Filipina melaju ke babak semifinal.

Kesuksesan Filipina tak lepas dari ikhtiar naturalisasi yang mereka lakukan. ‘Tim bajak laut’ merekrut delapan pemain asal Inggris. Diantaranya ialah Robert James Dazo Gier yang sempat membela tim liga Premier Inggris Wimbeldon pada musim kompetisi 1999-2000. Selain itu terdapat pula James Younghusband. Striker berusia 23 tahun ini merupakan pemain binaan Chelsea. Di tim sebelumnya ia menjadi pemain tim cadangan dengan bermain sebanya 62 kali dan mencetak 14 gol. Dibawah mistar gawang terdapat Neil Leonard Dula Etheridge, pemain Inggris keturunan Filipina. Neil pernah bermain untuk tim nasional U-16 Inggris. saat ini ia merumput untuk Fulham.

Selain nama nama tadi, Filipina masih Jason De Jong yang menjadi gelandang, Ray Anthony Jonsson di bek kiri, Manuel Ott. sebagai Gelandang, dan Alexander Charles Luis Borromeo berposisi sebagai gelandang bertahan. “Mereka memiliki pertahanan yg bagus. Jadi mereka akan menyulitkan kami di dua pertandingan semifinal nanti,” kata Riedl. Sementara direktur teknis PSSI Sutan Harharah mengatakan dengan kekuatan delapan pemain naturalisasi Filipina memiliki kualitas istimewa. Duo Younghusband, James dan Phill misalnya, meski tak didukung pemain tengah mampu menerobos ke jantung pertahan lawan.

Optimis
Kendati akan menghadapi ujian berat, rasa optimis tetap dirasakan insan sepak bola nasional. Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan mengatakan, “Saya yakin timnas dapat memetik kemenangan dari Filipina karena materi pemain yang ada saat ini sangat menyakinkan." Menurutnya. Masih kata Rahmad, “Saya berharap pemain tidak terbebani atas besarnya pengharapan masyarakat terhadap mereka. Jika mereka terbebani, tentunya permainan seperti babak penyisihan tidak akan keluar," sementara mantan pelatih timnas Benny Dolo menjagokan Indonesia dengan prosentase 55: 45.


Sumber
http://witho-sang-pembual.blogspot.com/2010/12/prediksi-indonesia-vs-filipina.html
http://www.tribunnews.com/2010/12/09/mengintip-kekuatan-timas-filipina
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/12/11/pelatih-timnas-indonesia-akui-filipina-kuat
http://bola.liputan6.com/international/201012/311213/Rahmad.Darmawan.6040.untuk.Indonesia
http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2010/12/10/brk,20101210-298021,id.html

05 Desember, 2010

SURAT CINTA BUAT CORRIE

Posted by Suguh Minggu, Desember 05, 2010, under | 3 comments


Corrie sayang,
Asal kau tahu
Dinegri ku
Mahasiswa mahasiswa rajin benar belajar
Lulus tepat waktu
tapi anehnya malah bertambah dungu
Waktu kuliah mereka menyontek
Waktu bekerja mereka korupsi
Makin sempurnalah pertunjukan sirkus
dinegri ku ini, Corrie
Lantaran para bromocorah
girang nian jumpalitan main akrobat
diatas toga dan piagam kelulusan mereka

peluk cium terdalam
Suguh

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog