26 Juli, 2013

Hakikat Pengebaraan

Posted by Suguh Jumat, Juli 26, 2013, under | No comments

Wahai jiwa, obat gelisahmu adalah ziarah. Pelamur nyeri lukamu adalah pengembaraan. Hati yang sakit umpama sungai yang alirannya mampet tertahan sampah dan kotoran. Airnya menjadi statis, kaku, diam. Ia menggenang tanpa gairah. Hingga lama-lama warnanya menjadi kelam dan berbau busuk. Apalah artinya hidup yang tak hidup? Apalah Artinya hidup tanpa dinamika?


Buah dari diam berkepanjangan adalah kekosongan. Muara dari kekosongan adalah kesepian. Sedang sayap-sayap kesepian adalah kesediahan yang niscaya mengantarmu pada maut. Sejarah umat manusia adalah rangkaian panjang rantai kekalahan zaman. Mata-mata rantainya adalah bangkai mereka yang mati penasaran menanggung tanda tanya besar dalam diri mereka, hasrat yang belum tercapai, angan yang belum di raih dan mimpi-mimpi yang masih menganggu dalam benak. Mereka gentayangan menjadi hantu. Melolong-lolong sepanjang waktu bersama kawanan serigala dan bururung gagak. Meyebarkan teror pada mu agar kau menjadi bagian dari mereka.

Duhai engkau yang sedang gelisah. Bukalah sumbat-sumpat penutup yang menghalangi cahaya masuk jiwamu. Perubahan mustahil terjadi dengan cara yang biasa. Kau perlu mendobraknya dengan cara yang paling keras sekalipun. Bila jiwamu umpama air yang tersumbat, maka sulur-sulur sungai adalah ladang kembara yang akan membebaskanmu.

Mengembaralah, paling tidak sekali dalam hidup. Pengembaraan pertama akan melamurkan luka jiwamu. Kemudian mengobati kesepian hatimu.kemudian  menggelorakan semangatmu. Dunia bukan hanya lingkup sempit atap rumahmu. Di luar sana ada dunia lain yang jauh lebih luas, lebih menarik, lebih kaya. Mengebaralah karena kau akan bermetamorfosa menjadi sosok yang baru. Bila kau sekali waktu ingin merasakan deraan gelombang laut yang dahsyat, gigitan udara gunung yang liat atau kelok curam jalan penuh duri, onak pula bau-batu, maka jawabannya adlah dengan mengebara. Jika sekali waktu kau ingin menemukan saudara-saudara baru, pohon-pohon yang menjulang hingga ke langit, sisa bangunan yang tua di makan zaman, maka jawabannya adalah dengan mengebara.

Buat apa pula itu semua? Kau musti sadarkan dirimu sendiri bila kau buka kebanyakan orang yang seharian membusuk di depan televisi menonton acara yang katanya realty show tapi ternyata bohongan. Kau adalah jiwa yang lain. Jiwa yang selalu tergoda untuk menemukan hal-hal baru. Itulah yang membedakanmu dengan mereka. kau memiliki antusuame.  tengoklah! Mustahil Marcopollo menemukan India dan Persia jika hanya melabuhkan kapalnya di tepi pantai. Mustahil bangsa Viking dapat menemukan Benua Amerika jauh sebelum Collombus jika hanya mendengkur di skandinavia. Mustahil Tan Malaka akrab dengan budaya Eropa dan Asia jika hanya diam saja di rumahnya di Padang sana.

Syarat pengebaraan adalah keberanian. Tanpa keberaniah semua mimpi-mimpi besar cuma jadi wacana. Tulang punggungnya adalah rencana yang matang. Sedang kedua lengannya adalah biaya yang patut di perhitungkan. Tak perlu risau memikirkan hal ini. Pengorbanan yang besar akan membuahkan hasil yang besar pula. Percayalah. Jika diumpamakan dengan berniaga, maka mimpimu, rencanamu, dan sebesar apapun biaya yang kaku keluarkan jumlahnya tak kan sepadan dengan pengalaman yang kan kau alami.

Keluar rumah lah!
Mengebara lah!

  

0 komentar:

YANG PALING KEREN SEDUNIA

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Widget by Suriyadi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tags

Blog Archive

Arsip Blog